Loading...
ngalor-ngidul

Menikmati Nilai dan Ideologi Cinta

Sistem nilai atau ideologi merupakan konsep yang amat sering dipakai dalam analisis dan penjelasan sesuatu, tetapi sifatnya kompleks dan sulit dicerna. Rumusan yang paling sederhananya ialah bahwa sistem nilai tersebut dapat mengatur tingkah laku manusia hingga pada cara berfikir nya.

Siapa yang akan menyadari bahwa cinta juga memiliki nilai dan ideologi tersendiri bagi para penikmatnya yang tak lain adalah manusia sebagai makhluk sosial selain manusia itu sendiri?

Berbicara tentang definisi cinta, banyak hal yang bisa kita sebut untuk mewakilkan apa itu arti cinta. Ada yang bilang pengorbanan, ketulusan, kebahagiaan, bahkan hingga sakit hati. Cinta itu memang se-abstrak itu.

Kemudian kita beralih lagi kepada ideologi, mungkin sebagian orang akan menganggap ideologi itu identik dengan sesuatu yang berhubungan dengan politik. Namun, dalam cinta pun jelas banyak kasus yang seperti itu. Misalnya cinta demi kekuasaan, itu biasanya terjadi demi kelangsungan hidup suatu instansi jadi mereka akan bekerjasama melalui suatu proses perjodohan. Urusan benar cinta atau terpaksa, tidak akan kita bahas disini.

Jika kita sangkut paut kan ideologi dengan agama, berarti agama ini dijadikan sebagai ideologi dalam tataran individu. Dan etika ini berfungsi sebagai suatu proses awal pembentukan identitas. Dengan begitu, ideologi juga bisa berfungsi untuk memberikan pengaruh kehidupan suatu kelompok agar bisa sesuai dengan apa yang sudah digariskan sejak awal oleh agama tersebut. Seperti, segala aspek kehidupannya berdasarkan agama yang dianut nya.

Itu semua dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki sistem nilai dan cara pandang yang mengakibatkan pengaruhnya cinta dalam hidup mereka. Tentu setiap orang bisa merespon cinta tersebut dengan berbagai macam sikap.

Setelah ditelusuri semua nilai dan ideologi cinta di kumpulkan menjadi :

  1. Kesalingan

Sebuah sistem nilai atau cara pandang seseorang terhadap cinta yang mengutamakan untuk berjalan satu irama dan beriringan. Saling bahagia dan membahagiakan, saling mengasihi, saling mengasuh, dan saling mengasah sampai akhir waktunya tiba. Tidak ada yang merasa lebih unggul satu sama lain, saling menginginkan satu sama lain untuk terus bersama, dan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka akan dikerjakan dengan sistem kerjasama.

  1. Membutuhkan

Sistem nilai yang satu ini seperti pada kasus cinta demi kekuasaan. Satu diantara yang lain sangat membutuhkan pasangannya demi kelangsungan hidupnya. Dan pasangannya bisa saja menerima asal ada timbal balik yang sesuai atau bisa jadi dengan rasa terpaksa namun tetap menjalani kehidupan mereka bersama-sama.

  1. Membatasi

Berbeda dengan yang sebelumnya, sistem nilai membatasi ini lebih condong dalam merespon rasa cinta yang seharusnya belum tepat untuk merasakan bagi sebagian manusia. Akhirnya beberapa dari mereka membatasi diri mereka untuk tidak berlebihan dalam menyikapi cinta tersebut. Namun yang jelas, cara pandang yang seperti ini sedikit banyaknya juga akan membuat mereka terpaksa melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan. Seperti halnya, menyembunyikan perasaan dan tidak mengakui hadirnya cinta dalam kehidupan mereka. Namun, mereka tetap akan mengakui kehadiran cinta itu setelah waktunya tiba. Contohnya, setelah menikah.

  1. dan Melemahkan

Sistem nilai yang terakhir ini adalah hasil dari berbagai pengalaman sebagian besar manusia sebelum akhirnya menemukan cinta yang berkesalingan satu dengan yang lainnya. Cinta dapat dipandang melemahkan manusia ketika manusia itu merasakan patah hati yang dahsyat dalam hidupnya. Mengakibatkan beberapa rutinitas yang mereka lakukan menjadi terhambat dari yang biasanya, bahkan bisa saja sampai depresi dan bunuh diri. Dengan begitu, setiap manusia yang terlalu sering mengalami patah hati akan menganggap bahwa cinta hanya akan melemahkan dan membuat sebagian orang menjadi gila.

Tentu hasil daripada kesimpulan ini masih banyak kekurangannya. Atau bisa saja ada yang belum sempat saya sebutkan dalam menarik kesimpulan tentang nilai dan ideologi cinta. Setiap orang memiliki ideologi cintanya masing-masing.

Kamu yang mana?

*Artikel ini adalah buah ide Atin Riyani, Koordinator Women March Serang. Untuk melihat artikel lain dari Atin Riyani klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pilihan Awak