Loading...
Suara-suara

OBROLAN DI SMOKING ROOM: LIBATKAN ANAK PADA PROGRAM PENATAAN KAMPUNG KUMUH

“Mestinya ada mata pelajaran prilaku hidup sehat di satuan pendidikan”

 

Awalnya saya ragu untuk memasuki ruang merokok siang itu. Ada enam orang, dan tinggal satu kursi tersisa. Saya mengisi kursi terakhir.

Setelah berbasa-basi sesaat saya menguping apa yang mereka bicarakan. Karena sambil menyalakan handphone pembicaraan mereka tak saya dengar dengan seksama. Dan ketika seorang bicara bahwa kampung kumuh biasanya ditanggulangi dengan dibakar, saya membuka telinga lebih lebar. Pembicaraan orang tersebut seolah menjadi undangan saya untuk bergabung dalam pembicaraannya. Saya nyalakan alat perekam di handphone, untuk lebih menyimak pembicaraan dari peserta sebuah acara untuk Program Neigbourhood Upgrading and Shelter Project Phase 2 (NUSP-2).

Ketika seorang menyatakan bahwa kampung kumuh penanggulannya dibakar saja. Seorang menyanggah, pola penataan kampung kumuh bukan dengan cara dibakar. Dia berargumen bahwa kebakaran yang sering terjadi di kampung bukan karena dibakar tetapi terbakar oleh instalasi listrik. Dia mencontohkan, banyak instalasi rumah di perkampungan kumuh asal-asalan, dan tidak memenuhi standar. Akan tetapi, pembicaraan yang menarik diantara mereka adalah ketika penanganan rumah kumuh semestinya melibatkan anak, yang diajarkan di bangku sekolah.

 

Perekam: r. Sastro Wijono

Editor: Afrizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pilihan Awak