Loading...
ngetan-ngulonTulisan-tulisan

MENGENAL SSB TOPTEN: KAMPIUN BARU PIALA WALIKOTA SERANG 2017

Sekolah Sepak Bola Totalias Putra Banten (SSB TOPTEN) layak disebut tim paling top di Kota Serang tahun kompetisi ini. Setelah melampui babak penyisihan dengan menjuarai grup D (yang diisi SSB Bintang Utama, SSB Serang Raya, dan SSB Tunas Banten), tim yang berlatih di Jalan Syeh Nawawi ini maju ke delapan besar. Pada babak knock-out di delapan besar, Topten berhasil menyingkirkan SSB Serang Pratama dengan skor meyakinkan 2-0.

Putaran selanjutnya, babak knock-out yang menghasilkan empat tim maju ke semifinal. Pada babak penentu parafinalis ini SSB Topten mengungguli SSB Putra Baladika lewat drama adu pinalti 3-2. Sementara semifinal lain mempertemukan SSB BISA dan SSB Singandaru. Pertandingan semifinal yang digelar dua SSB bertabur talenta berbakat ini dimenangkan Singandaru dengan skor beda tipis 1-2.

Ujung kompetisi babak final, yang mempertemukan SSB Singandaru vs SSB Totalitas Putra Banten pada Minggu sore , 10 Desember 2017 di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang. Pada pertandingan yang berlangsung sengit ini di waktu normal belum menghasilkan pemenang, dan panitia langsung memutuskan kemenangan harus ditentukan lewat adu pinalti. Permainan tendangan 5 pemain pada titik 12 meter ke arah gawang yang dijaga kiper akhirnya dimenangkan SSB Topten, yang berhasil memasukkan 4 goal dan lawannya hanya 2 goal. Kemenangan 4-2 ini membawa SSB di bawah asuhan pelatih & manajer Radjimo Sastro Wijono mengangkat tropi dari Walikota Serang untuk pertama kali.

Ditemui seusai pertandingan, pelatih berambut gondrong ini dengan girang mengungkapkan, “Keberhasilan meraih prestasi tertinggi di Kota Serang ini karena usaha keras nan cerdas dari semua pemain, jajaran pelatih, dan official tim. Tim ini sudah dipersiapkan lama demi kompetisi bergengsi ini. Mempraktikkan hasil berlatih, menggunakan strategi yang jitu, dan mempelajari lawan adalah kunci dasar dalam memenangkan setiap pertandingan. Ibaratnya, setiap pertandingan kompetisi ini adalah ujian akhir buat siswa didik. Untuk menghadapi ujian ini, saya dan asisten pelatih (Sumedi Rajes dan Damanhuri) memberi materi latihan dari soal-soal yang akan keluar di ujian berat ini.”

Untuk pertandingan final, yang menghadapi tim yang punya kematangan bermain seperti Singandaru , Radjimo mengungkapkan kunci kemenangannya, “Hargai tim lawan dengan memberikan permainan terbaik, tapi jangan mau terpengaruh permainannya. Caranya, bermain sangat disiplin di masing-masing lini, hindari kesalahan individu dan tim, serta perkecil pelanggaran di area 16 meter. Strategi penuh kesabaran ini ampuh, sampai para pemain lawan tidak bisa berkreasi menyerang. Selanjutnya, kita ajak lawan adu pinalti. Kita punya kemampuan, pengalaman dan mental dalam permainan penentuan ini. Akhirnya, kita berhasil mengalahkan tim lawan yang tangguh fisik dan baik dalam organisasi permainan dengan dengan cara kami, adu pinalti. Kami bahagia dan bangga atas prestasi ini.”

Kebahagiaan dan kebangaan memang pantas Topten peroleh. SSB yang telah mendidik dan melatih anak-anak sejak tahun 2010 ini, khususnya yang memiliki keterbatasan mengakses olahraga rakyat ini, memang baru tahun ini panen tropi. Sebelumnya, pada awal 2017 untuk U-12 menjadi terbaik ketiga se-Kota Serang. Pada kompetisi U-20 ini, selain mendapat tropi juara pertama, salah satu pemainnya juga menjadi pemain terbaik. Dialah kiper yang berhasil menangkis 5 dari 10 tendangan pinalti di babak semifinal dan final, serta 4 diantaranya gawangnya tidak kebobolan. Saat diminta komentar tentang prestasinya, kiper Ena Taftazani mengungkapkan, ” Saya tidak menyangka bisa menjadi pemain terbaik, karena sejak awal memang fokus saya buat mengangkat dan memperkenalkan SSB Topten di tingkat kota sampai nasional.”

Kerendahan hati pemain terbaik ini senada dengan kapten tim Topten saat ditanya pertandingan terberatnya. Dede Rofik R mengungkapkan, “Sudah jelas mereka Singandaru, Putra Baladika, Serang Pratama, Tunas Banten, Serang Raya, dan Bintang Utama merupakan tim yang sangat luar biasa di pertandingan yang kami hadapi. Kita bangga menghadapi tim-tim terbaik di Kota Serang, yang mempunyai pemain yang berkualitas. Dan kami tersanjung dapat menghadapi mereka, dan mengalahkan mereka dengan cara bersih dan fairplay. “

Sikap rendah hati, tidak sombong, disiplin, dan menjunjung sportivitas merupakan salah satu materi penting dari pendidikan yang ditanamkan di SSB di bawah Perkumpulan Sekolah Totalitas ini. Perkumpulan yang juga bergelut dalam bidang kepustakaan dengan program rumah baca dan pendidikan kewirausahaan ini mempunyai legalitas pada 2016.

Selain filosofi pembinaan kepribadian pada anak didik atlit sepakbila, filosofi permainan sepakbola yang dibangun SSB Topten meliputi empat aspek, yaitu saat menguasai bola, saat tidak menguasai bola, transisi, dan formasi. Filosofi ini kemudian diurai menjadi rencana strategis, sehingga dapat membangun tim mulai dari kelompok usia termuda (U-10) hingga tim tertua (U-23). Untuk fase pembentukan pondasi kemampuan pemain, silabus SSB Topten memerinci aspek yang harus dilatih. Misalnya, saat penguasaan bola seorang pemain diminta untuk “mengembangkan kemampuan menguasai bola serta kepercayaan diri untuk mencoba hal baru”. Atau saat transisi, pemain diminta untuk “mencoba memenangkan bola secepat mungkin dan mencegah lawan membangun serangan”.

Saat ini, SSB Topten yang telah menginjak usia tujuh tahun, dan mendidik siswa per kelas umur berjumlah 25-40 siswa. Pembagian kelas latihan di fasilitas lapangan dan perlengkapan yang minim ini dibagi menjadi empat kelas besar: U-10-12, U-13-15, U-16-18, dan U-19-23. Dengan demikian, latihan yang diselenggarakan tiga hari dalam sepekan di lapangan yang ukurannya tidak lebih dari setengah ukuran standard internasional ini penuh dengan anak didik. Dan untuk menyikapi kondisi serba terbatas ini manajemen membaginya dengan jam dan hari belajar yang berbeda.

Upaya penyelenggaraan kompetisi yang diselenggarakan PSSI Kota Serang memang layak diapresiasi dengan baik. Kesempatan bermain bagi calon atlit berbakat memang patut digelar, dengan menerapkan peraturan sepakbola sesuai aturan FIFA. Dengan semakin banyak kompetisi bergengsi yang menerapkan peraturan standar FIFA, akan menjadi sarana yang tepat memperbaiki kondisi sepakbola lokal dan nasional yang masih minim prestasi. Dan sekolah sepakbola yang ada di ibukota Provinsi Banten ini akan semakin punya arah dan tujuan pasti.

Ajang Perhelatan kompetisi bergengsi Piala Walikota 2017 berlangsung hampir sebulan. Ketua Panitia Aris mengungkapkan kegiatan ini, “Piala Walikota Serang sudah diselenggarakan dua kali. Yang pertama tahun kemarin,” begitu jawaban yang saya terima lewat pesan singkatnya. “Turnamen untuk mencari bibit-bibit atlit sepakbola di Kota Serang ini dinamai Walikota Cup agar peserta turnamen ini punya semangat lebih dalam berpartisipasi, ” katanya lebih lanjut.

Pernyataan Ketua Panitia tersebut mempetegas sambutan Ketua PSSI Kota Serang pada saat pembukaan, “Tahun 2017 ini, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Serang terus fokus melakukan pembinaan berjenjang. Saat ini menyelenggarakan kompetisi sepak bola bertajuk Piala Walikota Serang U-20 Tahun 2017.”

tulisan ini didapat dari https://alunalun.id

Penulis : Afrizal Hidayatulloh
Editor :  Radjimo S Wijono
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pilihan Awak